Literasi Bukan Hanya Membaca

SEJUMLAH anak membaca buku yang tersedia di layanan Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 15 Desember 2018. Kolecer atau perpustakaan jalanan yang berada di taman kota tersebut bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi serta meningkatkan minat baca masyarakat.*/ANTARA

LITERASI dengan berbagai gerakannya menjadi hal yang semakin diperjuangkan dalam bidang pendidikan. Akan tetapi, apakah literasi bermakna sekadar senang membaca buku?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyatakan bahwa literasi menjadi ruh dari semua gerakan pendidikan. Guru Besar Universitas Negeri Malang ini juga mengingatkan agar makna literasi jangan direduksi sekadar membaca buku.

“Padahal, literasi itu melalui membaca kemudian seseorang memiliki perspektif baru. Kemudian, dia juga membuat karya. Proses itu terjadi terus-menerus sepanjang hayat,” ucap Muhadjir, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.

Apalagi, ketika ia mengomentari Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dijalankan di sekolah-sekolah. GLN itu, bagi dia, merupakan cara untuk menanamkan sikap positif gemar membaca, gemar menulis, serta gemar berimajinasi bagi guru dan siswa. 

“Terutama termasuk para guru, tutor, bahkan kepada para tokoh masyarakat menyadarkan mereka tentang betapa pentingnya literasi itu,” ujarnya.

Ia menyatakan, guru harus dapat membimbing dan merangsang siswa untuk berkreasi dari referensi yang dibacanya. Bukan sekadar mewajibkan untuk membaca buku, guru juga harus memantik diskusi sehat yang melatih daya kritis dan kemampuan berkomunikasi. 

Karena itulah, guru harus melek teknologi untuk mengimbangi informasi yang diperoleh siswa. Pasalnya, kemajuan teknologi membuat buku bukan lagi satu-satunya sumber informasi tepercaya.

“Sekarang anak-anak bisa mendapatkan informasi, pengetahuan, dari mana saja. Dari internet, makanya guru jangan terpaku literasi itu membaca buku saja,” kata Muhadjir.

ILUSTRASI literasi.*/ANTARA

Enam literasi dasar wajib

Pada peta GLN 2016-2019, Kemendikbud menetapkan enam literasi dasar yang wajib dikembangkan melalui tripusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. Di antaranya literasi bahasa, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. 

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar, menuturkan, upaya membangun sinergi dalam mengembangkan dan memperkuat GLN perlu dilakukan oleh semua pihak, kementerian, berbagai lembaga, serta masyarakat. Ia berharap, semua kementerian/lembaga terkait merumuskan rekomendasi agenda bersama dalam rangka penguatan dan fasilitasi kegiatan GLN. 

Menurut dia, ada lima tema dalam DKT GLN 2019. Kelimanya adalah peta jalan GLN 2019-2024, rancangan pembuatan Peraturan Presiden/Instruksi Presiden tentang GLN, praktik baik GLN, literasi digital, dan literasi numerasi.

“Mendatang, kita akan coba fokus pada dua literasi, yaitu literasi digital dan literasi numerasi,” kata Dadang.***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Udin Saehudin Kepala SMAN 13 Kota Bandung Mendapat Penghargaan Satyalancana Karya Satya Dari Presiden RI

majalahsora.com, Kota Bandung – Pengabdian seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) kepada negara sangat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa, tidak terkecuali para GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) yang mendikasikan tenaga serta pikirannya di bidang pendidikan.

Mereka yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi secara berkesinambungan, dari Presiden RI diberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya.

Di Cadisdik Wilayah VII, Disdik Jabar tercatat ada sekitar 731 orang dari 41 sekolah SMA, SMK dan SLB dari Kota Bandung dan Cimahi yang mendapatkan itu.

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 1/TK/2019, mengenai penerima anugerah Satyalencana Karya Satya di lingkungan Cadisdik Wilayah VII.

624 orang hadir langsung saat menerima Satyalancana Karya Satya, di Aula SMAN 8 Kota Bandung, Jalan Solontongan No 3, Rabu (22/8/2019).

Secara simbolis Dewi Sartika menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 17 orang. Selebihnya diserahkan langsung oleh Endang Susilastuti Kepala Cadisdik Wilayah VII.

Terlihat saat penyerahan para penerima penghargaan wajahnya sumringah. Memakai pakaian putih hitam, baik yang pria maupun wanita, sesuai dengan seragam PNS di hari Rabu.

Suasana kegiatan

Perlu diketahui Satyalancana Karya Satya merupakan sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10, 20 dan 30 tahun lebih secara terus menerus, dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian. Sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.

Salah satu penerima penghargaan itu adalah Udin Saehudin Kepala SMAN 13 Kota Bandung, yang mendapatkan Satyalancana Karya Satya emas, pengabdian selama ke 30 tahun.

“Alhamdulillah Ini penghargaan Satyalancana Karya Satya yang kedua. Pertama mendapatkannya sewaktu menjadi Kepala SMAN 16 Kota Bandung, untuk pengabdian 20 tahun lebih,” kata kata Udin, usai kegiatan, Rabu (21/8/2019) siang.

Dirinya mendapatkan penghargaan dari Presiden RI berkat pengabdiannya secara nyata kepada bangsa dan negara dengan integritas yang tinggi tanpa ada masalah dengan hukum.

Di samping itu ia pun bangga dengan rekan-rekan kerjanya di SMAN 13 Kota yang menerima hal serupa dengan integritas yang tinggi tanpa terkait masalah hukum.

Penilaiannya sendiri dilakukan oleh pemerintah dan BKD Jabar. [SR]***

sumber : majalahsora.com

Kapolda Jabar Reuni dengan Guru dan Teman Sekolah di SMAN 13 Bandung

BANDUNG – Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi menghadiri Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijrian sekaligus reuni dengan guru dan teman sekolah di SMA Negeri 13 Bandung, Jumat (14/6/2019).

Kegiatan itu berlangsung di aula SMAN 13 Bandung, Jalan Raya Cibeureum Nomor 52, Kota Bandung.

Acara Halal Bihalal SMAN 13 Bandung merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan untuk mempererat ikatan tali silaturahmi dan persaudaraan.

“Selain halal bihalal, kegiatan tersebut juga merupakan ajang temu kangen bersama alumi dan guru SMAN 13 Bandung,” kata Kapolda Jabar yang merupakan alumni dari SMAN 13 tersebut.

Selain Kapolda, kegiatan itu juga dihadiri oleh pejabat Polda Jabar, yaitu Dir Sabhara Polda Jabar, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, Kepala KCD Wilayah VII, Pengawas Pembina Dinas Provinsi Jabar, Kepala Sekolah SMAN 13 Bandung, para guru, alumni, dan lain-lain.

Seusai acara itu, Kapolda selanjutnya menghadiri kegiatan Bakti Religi dan Jumat Berkah Polda Jabar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73 Tahun 2019 di Masjid Agung Cimahi, Jalan Kaum Nomor 2, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna, Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Enggar Pareanom, dan Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, dan pejabat lainnya.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi lebih baik antara Polda Jabar dengan masyarakat melalui salat Jumat Keliling, sekaligus untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat,” kata Rudy.

Seusai salat Jumat, Kapolda memberikan bingkisan kepada Ketua DKM Masjid Agung Kota Cimahi. Selain itu, Biddokes Polda Jabar menggelar pemeriksaan kesehatan gratis.

Rudy juga menyampaikan pesan Kamtibmas kepada jamaah masjid dengan mengajak dan menghimbau masyakarat untuk bersama-sama membantu Polri menjaga keamanan, menjaga persatuan dalam kebhinekaan.

Rudy juga menyampaikan pesan Kamtibmas kepada jamaah masjid dengan mengajak dan menghimbau masyakarat untuk bersama-sama membantu Polri menjaga keamanan, menjaga persatuan dalam kebhinekaan.