|
UNIT ekstrakurikuler (ekskul) kini bukan hanya untuk membantu mengembangkan bakat dan minat siswa. Lebih jauh, dengan menggeluti ekskul maka siswa akan mendapat prestasi. Namun bagi kami di sekolah ini, ekskul dapat pula dijadikan ajang proses mandiri yang menghasilkan. Salah satunya unit ekskul karawitan. Bukannya mengesampingkan unit ekskul lainnya, seperti olahraga bela diri silat tadjimalela dan taekwondo, basket, futsal, voli, catur, dan bulu tangkis. Semua unit ekskul tetap dijadikan perhatian. Salah satunya dengan bekerja sama memberikan pelatih yang memang kompeten di bidangnya. Ke depan mulai tahun ajaran 2010/2011, unit ekskul karawitan akan menggunakan ISO 9001. Ini upaya agar seni karawitan menjadi unit unggulan dan ciri khas SMAN 13 Bandung. Perhatian kami pada karawitan, karena ternyata unit ini telah mendapat sambutan tidak hanya di intern lingkungan SMAN 13. Dengan ISO tersebut, diharapkan juga akan go public. Ekskul karawitan yang ada di sekolah ini tidak hanya seni suara Sunda. Melainkan satu paket, antara lain degung, rampak kecapi, calung, dan jaipong. Kolabarasi dari semua seni tersebut salah satunya upacara adat. Misalnya untuk keperluan pembukaan acara/kegiatan, bahkan perkawinan. Untuk perkawinan, anggota karawitan kini bisa menjajal kemampuannya di luar sekolah. Meski masih di lingkungan sekolah ini, para siswa juga merasakan keuntungan lainnya, yakni tambahan uang saku. Sebab tentu saja, bakat mereka ini juga harus dihargai secara profesional. Namun yang tidak kalah penting dan tanpa disadari para siswa, melalui pengembangan bakat, kemampuan mereka, terutama life skill-nya ikut bertambah juga. Sehingga mudah-mudahan mampu meningkatkan kualitas siswa untuk bisa bersaing dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja maupun berwiraswasta. (rinny rosliany/"GM")**
|