User :  Pass :   

     Fasilitas
 
 
     Artikel
KINERJA GURU/KARYAWAN

Tanggal : 29/06/2010

Setelah melewati masa-masa perdebatan panjang selama 6 (enam) bulan tentang perlu tidaknya penilaian kinerja guru/karyawan di sekolah akhirnya  terjawablah sudah, beberapa hari Kepala Sekolah telah mengumumkan rangking hasil Penilaian Kinerja Guru/Karyawan.

Penilai dan Instrumen yang digunakan
Penilaian terhadap guru dilakukan oleh para siswa di kelas tempat guru tersebut mengajar. Instrumen sebagai alat untuk menilai merupakan hasil rumusan tim Pengembang merupakan instrumen skala sikap dengan rentang nilai 1-4. Setiap guru mempunyai skore penilaian dengan skore tertinggi 100.
Bagi guru yang mempunyai skore kecil masya Allah seolah  mendapat mimpi buruk atau seperti disengat Kalajengking, antara percaya dan tidak...
Kecewa, sedih dan berbagai rasa tidak enak berkecamuk terutama kepada guru yang menperoleh nilai kecil apalgi penilaian kinerja ini dikaitkan dengan Reward (baca besar kecilnya bonus Uang).
Bagaimanapun hasilnya sebetulnya ini merupakan langkah yang berani dari kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu SMAN 13 Bandung yang ia pimpin menyongsong pelaksanaan manajemen mutu ISO 9001.Proses penilaian seperti ini bukan hal baru untuk instansi-instansi lain utamanya Perusahaan Swasta dimana hasilnya dipergunakan untuk penjenjangan karier di perusahaan tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses penilaian kinerja berikutnya, seperti:
1.  penyempurnaan instrumen penilaian,
2.  pemberitahuan instrumen kepada guru/karyawan dari awal,
3.  adanya koefisien rumpun pelajaran, rumpun jurusan,
4.  adanya penilaian teman sejawat dan penilaian dari kepala sekolah,
sehingga hasil penilaian menjadi lebih valid.
5.  kepada rekan-rekan guru/karyawan mari kita berpikir dengan jernih dan positif thinking untuk kemajuan kita bersama dan bisa berintropeksi diri

Akhirnya kita ucapkan salut kepada kepala sekolah dan kepada rekan-rekan sejawat marilah kita tingkatkan kinerja kita demi tercapainya visi misi sekolah, dan mari kita serukan PENILAIAN KINERJA....SIAPA TAKUT!!!!
DI BAWAH INI
DISERTAKAN ARTIKEL LAIN, SUPAYA KITA LEBIH PAHAM....
                                                                                                                             Disampaikan oleh: Lukman Wargadinata

KINERJA: APA ITU? Mei 29, 2007

Posted by sjafri mangkuprawira in MSDM.
trackback

  

Penilaian tentang kinerja individu karyawan semakin penting ketika perusahaan akan melakukan reposisi karyawan. Artinya bagaimana perusahaan harus mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja. Hasil analisis akan bermanfaat untuk membuat program pengembangan SDM sacara optimum. Pada gilirannya kinerja individu akan mencerminkan derajat kompetisi suatu perusahaan. Apakah sebenarnya arti kinerja itu? Berikut saya kutip ulasan yang ada dalam buku “Performance Appraisal”, karangan Veithzal Rivai Ahmad Fawzi MB, 2005, Rajagrafindo Persada.

Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Jika dilihat dari asal katanya, kata kinerja adalah terjemahan dari kata performance, yang menurut The Scribner-Bantam English Distionary, terbitan Amerika Serikat dan Canada (1979), berasal dari akar kata “to perform” dengan beberapa “entries” yaitu: (1) melakukan, menjalankan, melaksanakan (to do or carry out, execute); (2) memenuhi atau melaksanakan kewajiban suatu niat atau nazar ( to discharge of fulfill; as vow); (3) melaksanakan atau menyempurnakan tanggung jawab (to execute or complete an understaking); dan (4) melakukan sesuatu yang diharapkan oleh seseorang atau mesin (to do what is expected of a person machine). Beberapa pengertian berikut ini akan memperkaya wawasan kita tentang kinerja. 

  1. Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta (Stolovitch and Keeps: 1992).
  2. Kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri pekerja (Griffin: 1987).
  3. Kinerja dipengaruhi oleh tujuan (Mondy and Premeaux: 1993).
  4. Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan, seseorang harus memliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya( Hersey and Blanchard: 1993).
  5. Kinerja merujuk kepada pencapaian tujuan karyawan atas tugas yang diberikan (Casio: 1992).
  6. Kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik (Donnelly, Gibson and Ivancevich: 1994).
  7. Pencapaian tujuan yang telah ditetapkan merupakan salah satu tolok ukur kinerja individu. Ada tiga kriteria dalam melakukan penilian kinerja individu, yakni: (a) tugas individu; (b) perilaku individu; dan (c) ciri individu (Robbin: 1996).
  8. Kinerja sebagai kualitas dan kuantitas dari pencapaian tugas-tugas, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun perusahaan (Schermerhorn, Hunt and Osborn: 1991).
  9. Kinerja sebagai fungsi interaksi antara kemampuan atau ability (A), motivasi atau motivation (M) dan kesempatan atau opportunity (O), yaitu kinerja = ƒ (A x M x O). Artinya: kinerja merupakan fungsi dari kemampuan, motivasi dan kesempatan (Robbins: 1996). Dengan demikian, kinerja ditentukan oleh faktor-faktor kemampuan, motivasi dan kesempatan. Kesempatan kinerja adalah tingkat-tingkat kinerja yang tinggi yang sebagian merupakan fungsi dari tiadanya rintangan-ringtangan yang mengendalakan karyawan itu. Meskipun seorang individu mungkin bersedia dan mampu, bisa saja ada rintangan yang menjadi penghambat.

Sehubungan dengan itu, kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan. Jika dikaitkan dengan performance sebagai kata benda (noun) di mana salah satu entrinya adalah hasil dari sesuatu pekerjaan (thing done), pengertian performance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseoarng atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral atau etika. 

Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri, tapi berhubungan dengan kepuasan kerja dan tingkat imbalan, dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Oleh karena itu, menurut model partner-lawyer (Donnelly, Gibson and Invancevich: 1994), kinerja individu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor; (a) harapan mengenai imbalan; (b) dorongan; (c) kemampuan; kebutuhan dan sifat; (d) persepsi terhadap tugas; (e) imbalan internal dan eksternal; (f) persepsi terhadap tingkat imbalan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal, yaitu: (1) kemampuan, (2) keinginan dan (3) lingkungan.

Oleh karena itu, agar mempunyai kinerja yang baik, seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Tanpa mengetahui ketiga faktor ini kinerja yang baik tidak akan tercapai. Dengan kata lain, kinerja individu dapat ditingkatkan apabila ada kesesuaian antara pekerjaan dan kemampuan. Kinerja individu dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja itu sendiri adalah perasaan individu terhadap pekerjaannya. Perasaan ini berupa suatu hasil penilaian mengenai seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan mampu memuaskan kebutuhannya.

Kepuasan tersebut berhubungan dengan faktor-faktor individu, yakni: (a) kepribadian seperti aktualisasi diri, kemampuan menghadapi tantangan, kemampuan menghadapi tekanan, (b) status dan senioritas, makin tinggi hierarkis di dalam perusahaan lebih mudah individu tersebut untuk puas; (c) kecocokan dengan minat, semakin cocok minat individu semakin tinggi kepuasan kerjanya; (d) kepuasan individu dalam hidupnya, yaitu individu yang mempunyai kepuasan yang tinggi terhadap elemen-elemen kehidupannya yang tidak berhubungan dengan kerja, biasanya akan mempunyai kepuasan kerja yang tinggi. 



Sumber :
Kembali ke Atas


         AGENDA
         ALBUM
         ARTIKEL
         INFO
         BERITA
         OPINI
         DAFTAR BLOG
         LINK
         BUKU TAMU
         FORUM DISKUSI
         E-LEARNING
         Peta Situs Sekolah
genre jenis teks
     Jajak Pendapat
Cukup puaskah siswa dalam memilih jurusan di SMAN 13 bandung ?
Sangat puas
cukup puas
kurang puas
tidak puas
   Lihat
     Statistik
  Visitors : 69555 visitors
  Hits : 5823 hits
  Today : 31 users
  Online : 3 users

Lihat Statistik
:: Kontak Admin ::

alanrm82    dedeh_suatini
     Agenda
06 September 2010
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
 
 


DEPAN :: PROFIL :: GURU :: SISWA :: ALUMNI :: FASILITAS
www.sman13bdg.sch.id © 2008. All rights Reserved.